Bukan seorang guru kursus! But a personality!!!
Mei 14, 2008
Bukan seorang guru kursus! But a personality!!!
Tadi malam, saya bertemu dengan Andi, teman semasa kuliah dulu di sebuah kafe Jalan A.Yani. Ngomong-ngomong ini itu dan kemudian sampailah pada soal pekerjaan yang membuat saya merasa ditohok, malu, “Ah lu dari dulu juga jadi guru kursus mulu!”
Guru kursus…
Memang saya seorang guru kursus, tapi guru kursus yang berpenghasilan jauh lebih tinggi dari dosen atau PNS junior, memang saya guru kursus, tapi guru kursus yang punya ’style’ manenteng laptop yang ’baru bukak karateh’, memang saya guru kursus, tapi guru yang bisa bicara soal banyak hal, mulai dari cemilah getuk tiwul sampai dengan persoalan pendidikan, memang saya guru kursus, tapi juga seorang pengusaha yang siap menjadi makmur dan menjadikan profesi ini sebuah gengsi! Memang saya guru kursus, tapi guru kursus yang menulis di koran lokal yang gaya dan khas kepenulisannya mulai tumbuh. Memang saya guru kursus, tapi guru kursus yang tetap berani narsis….
Kalau memang saya hanya ingin menjadi sekedar seorang guru kursus, saya mungkin tidak perlu berlangganan The Jakarta Post, Kompas, dan Singgalang. Kalau saya memang cuma seorang guru kursus, saya tidak perlu berfikir soal target, inovasi, dan pengembangan usaha. Jika saya cuma seorang guru kursus, saya tidak usahlah mengeruk urusan siswa yang pernah sakit kronis dan sekarang kehilangan salah satu yang paling berharga dalam hidupnya…. Jika saya seorang guru kursus kenapa pula saya mengarang Buyung Family Series dan merencanakan sebuah buku serial cerita keluarga Minang berbahasa Inggris ini? Jika saya seorang guru kursus, kenapa pula saya terlalu emosional dalam bercerita layaknya seorang pemain film atau tukang lawak? Lalu siapakah saya???
A Personality!!!
Saya bukan guru, bukan seorang dengan tanggung jawab mendidik. Saya adalah seorang manusia penjual jasa, dengan kekhususan yang tak bisa disamakan. A Personality! Sebagai seorang personality, saya ingin tampil apa adanya, apa mau saya. Biarlah siswa-siswa saya menonton parodi atau komedi situasi yang kami mainkan. Tidak ada ekspektasi berlebihan harus begini begana karena semuanya serba situasional. Tidak juga ada umpatan, ”Guru kok gitu sih?”
”Emang ngga guru kale???”
Sebagai seorang personality, saya ingin tampil secara ’personal’, secara berbeda dan berkesan. Sadar ataupun tidak, selama ini, ’personality’lah yang saya tuju dan puaskan. Maka setiap hari, saya selalu berfikir, ”How to make you different, Gama? How???”
Begitulah hidup yang saya apresiasi, saya selalu ditinggal dengan pertanyaan-pertanyaan, yang…. Ya Tuhan, kadang justru membuat saya termenung berjam-jam, syukur, tanpa harus merasa sok ‘nyeni’ atau blo on. I just love this upgrading process….
Saya adalah personality. SuperCHAT! Menjadi bagian dari kepribadian saya, menjadi refleksi jiwa dan kebebasan dan keluwesan saya dalam menafsirkan pesan hidup.
Entry Filed under: Uncategorized. .
17 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1.
catra | Mei 14, 2008 at 11:17 am
lucu memang melihat orang yang memandang remeh keprofesian seorang guru, padahal guru merupakan pekerjaan yang mencerdaskan seseorang. membuat seseorang dari bodoh menjadi pintar, dari pintar menjadi tambah pintar, dari amatir menjadi profesional
http://sutanmudo.co.cc
2.
ria | Mei 15, 2008 at 11:06 am
menjadi guru itu mulia kok gama, apalagi gama guru yang emang beda, guru yang juga sekaligus murid.. karena mau belajar juga pada apapun termasuk para murid2nya.. saya malah suka sama gaya “keguruan” gama..
tenang aja gam.. kalau boleh jujur saya termasuk yg iri lo sama gama, cuma “guru kursus” katanya tapi gak “kurus” gajinya kayak saya yang katanya abdi negara ini.. suerr…. saya sempat ngali-ngaliin jumlah kelompok yg gama bimbing dengan pendapatan yang gama terima…weleh…weleh.. kapan atuh gaji saya segitu??? he..he..
dang yang paling special dan mengasyikkan….. gama seorang yang bebas, gak terikat pada pihak apapun karena pekerjaan itu…..
3.
ria | Mei 15, 2008 at 11:07 am
btw, pict nya bagus, dapat dimana gama?
4.
gama | Mei 16, 2008 at 7:00 am
thanks!
yup! guru itu mulia! saya katakan demikian tanpa merasa harus membela diri. saya ingin mengidentifikasi bagaimana masyarakat memandang ‘pekerjaan’ dan kemapanan. ternyata prediket ‘guru kursus’ acap nggak memenuhi syarat kelayakan sebagai sebuah pekerjaan yang mapan, beda dengan pegawai pemda atau petugas bank. mungkin karena orang seperti saya, di masa tuanya ngga akan mengantri di kantor TASPEN untuk minta pensiun, atau kalau sakit tidak dapat fasilitas dari kantor….
well, anyway, ini tantangan saya. dan lihatlah bagaimana saya bisa survive dengan ini. thanks buat semangatnya!
i took it from flickr. com
5.
Zulmasri | Mei 16, 2008 at 1:55 pm
maju terus. orang yg meremehkan sering tidak lebih baik dari yg diremehkan. jadi, ngapain ditanggapi kalau itu dianggap sbg penghalang.
ok, tetap semangat!
6.
Okta Sihotang | Mei 18, 2008 at 12:47 pm
imagenya serasa di luar negeri uey
7.
imoe | Mei 18, 2008 at 3:21 pm
cuek bebek gam…gw aja bentar lagi bakalan jadi guru SD lho…eman cita-cita gw dulu malah ingin jadi guru, itu makanya gw kuliah akta (belum selesai karena lihat guru kita banyak yang gak beres). Tapi gw bertekad untuk bisa jadi guru dengan STYLE sendiri, kalo ngak bsia di depan kelas, jadi guru dengan cara yang lain…….
Sttttttttttttt btw niy, gw lagi masukin lamaran untuk jadi guru di salah satu SD swasta di Padang…doaian ya lulus…gw terobsesi banget jadi guru niy….hahahahahahaha
8.
gama | Mei 19, 2008 at 10:31 am
kereng bang imoe! ancak tu mah, bang! lo bakal banyak fans kelene2 beko!!! chayo!!!
9.
gama | Mei 23, 2008 at 1:07 pm
thanks buat semangat dari teman-teman, saya ingin jadi sesuatu yang luarbiasa!! let’s see!
10.
Suhadinet | Mei 25, 2008 at 7:56 am
Take it easy Man! Yang harus kamu lakukan sekarang adalah menunjukkan siapa ‘guru kursus’ itu sebenarnya. Jangan pernah berhenti, sukses selalu Gama!
11.
gama | Mei 26, 2008 at 1:01 pm
thanks bang suhadi, yup! saya setuju, and i’m going to go there!
12.
gama | Mei 26, 2008 at 1:02 pm
thanks bang suhadi, yup! saya setuju, and i’m on the move.
13.
suhadinet | Mei 31, 2008 at 3:26 am
Gama, aku menautkan nge-link blog kamu di blogku. Gak papa kan? (Halah!…sudah dipasang baru minta izin…!)
14.
suhadinet | Mei 31, 2008 at 3:26 am
Gama, aku menautkan blog kamu di blogku. Gak papa kan? (Halah!…sudah dipasang baru minta izin…!)
15.
gama | Mei 31, 2008 at 1:39 pm
that’s ok bang suhadi!
16.
envelop | Juni 3, 2008 at 2:43 am
Envelop says : I absolutely agree with this !
17.
Frighten | Juni 19, 2008 at 6:49 am
Somehow i missed the point. Probably lost in translation
Anyway … nice blog to visit.
cheers, Frighten.