perawan ngga seh????

Maret 18, 2008

S I K A P  C A R E   F O R C E

PADA FENOMENA KEPERAWANAN DAN KEPERJAKAAN?

 

Hasil Diskusi Mingguan Weekly Hot Talk, Jum’at  29 Februari, 2008

 

Faktanya, kebanyakan teman-teman setuju bahwa keperawanan dan keperjakaan dari pasangan mereka penting. By the way, keperawanan itu apa seh???

Sebagian besar dari kita ternyata masih banyak yang mengidentikkan keperawanan dengan keluarnya darah pada vagina perempuan saat pertama kali berhubungan seks intercourse. Alasannya, karena pada saat pertama kali berhubungan selaput dara perempuan akan pecah itu. Padahal faktanya secara medis, robeknya selaput dara tidak harus diikuti dengan keluarnya bercak darah. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya :

1. Terlalu rapuh

Bisa jadi selaput dara itu sudah robek sebelumnya karena terlalu rapuh. Beberapa jenis olahraga seperti berkuda, bela diri, bersepeda dan sebagainya bisa menjadi penyebab robeknya selaput dara. Apalagi kalau selaput darahnya termasuk jenis yang rapuh.

2. Kelewat elastis

Tidak adanya bercak darah di malam pertama mungkin saja disebabkan belum robeknya selaput dara karena sifatnya sangat elastis. Harap diketahui, membran ini sangat fleksibel. Pada beberapa kasus ditemukan bahwa elastisitas selaput dara memungkinkannya tidak robek pada waktu pertama kali berhubungan seksual. Bahkan ada yang baru koyak setelah wanita tersebut melahirkan!

3. Darahnya tidak banyak

Atau bisa saja sebenarnya keluar bercak darah, tapi karena sangat sedikit sehingga tidak mudah terlihat oleh mata. Banyak orang yang mengira kalau selaput dara robek akan keluar banyak darah. Padahal karena sedemikian tipisnya, selaput darah yang robek tidak selalu menyebabkan keluar darah dalam jumlah banyak.

4. Tidak punya selaput darah

Perkembangan teknologi memungkinkan dilakukannya penelitian tentang selaput darah secara mendalam. Hasilnya ternyata sangat mengejutkan karena dalam penelitian yang dilakukan para seksolog ditemukan beberapa perempuan yang sejak lahir memang tidak memiliki membran ini. Pada kasus ini keberadaan selaput dara tidak selalu membuktikan bahwa perempuan belum pernah melakukan hubungan seksual masih teruji kegadisannya.

Well, untuk itu CARE FORCE menolak segala bentuk mitos yang berkembang selama ini yang jelas tidak adil bagi perempuan. Termasuk soal status keperawanan yang bisa dilihat dari penampilan fisik. Menurut CARE FORCE, masih perawanan atau  perjaka  adalah keadaan dimana seseorang belum pernah melakukan kegiatan seksual (seperti ciuman yang dalam, petting, necking) dan hubungan seksual (intercourse) dengan lawan jenis ataupun sesama jenis secara sengaja dan sadar. 

So, keperawanan (dan keperjakaan) kita lebih ditentukan dari perilaku! Yeah… cuma yang kita dan Tuhan yang tahu bahwa kita masih perawan atau perjaka. Untuk itu, si cowok dan cewek sama-sama bertanggung jawab untuk menjaga keperawanan dan keperjakaan pasangannya. Setujukan?!

 

Entry Filed under: Uncategorized. .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


 

Maret 2008
S S R K J S M
    Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Arsip

Blogroll

Meta

Tulisan Terakhir

Tag

Kategori

Komentar Terakhir

Catra di Money is everywhere…
faisol di DZIKIR IKHLAS
suhadinet di MiRACLe…
Frighten di Bukan seorang guru kursus! But…
ika di Izinkan aku aborsi….

Top Clicks

Blog Stats

Top Posts